Kamis, 18 Juni 2015

Model Pembelajaran

Model Pembelajaran

Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
Untuk menentukan model pembelajaran yang akan dilaksanakan dapat mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
1.      Kesesuaian model pembelajaran dengan kompetensi sikap pada KI-1 dan KI-2 serta kompetensi pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan KD-3 dan/atau KD-4.
2.      Kesesuaian model pembelajaran dengan karakteristik KD-1 (jika ada) dan KD-2 yang dapat mengembangkan kompetensi sikap, dan kesesuaian materi pembelajaran dengan tuntutan KD-3 dan KD-4 untuk memgembangkan kompetensi pengetahuan dan keterampilan.
3.      Penggunaan pendekatan saintifik yang mengembangkan pengalaman belajar peserta didik melalui kegiatan mengamati (observing), menanya (questioning), mencoba/mengumpulkan informasi (experimenting/ collecting information), mengasosiasi/menalar (assosiating), dan mengomunikasikan (communicating).


Beberapa Contoh Model Pembelajaran

1.         EXAMPLES NON EXAMPLES
Langkah-langkah :
1.    Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran
2.    Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP
3.    Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar
4.    Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas
5.    Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya
6.    Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai
7.    Kesimpulan

2.    Model Inquiry Learning
Langkah-langkah :
1.    Observasi/Mengamati berbagi fenomena alam. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik bagaimana mengamati berbagai fakta atau fenomena dalam mata pelajaran tertentu.
2.    Mengajukan pertanyaan tentang fenomana yang dihadapi. Tahapan ini melatih peserta didik untuk mengeksplorasi fenomena melalui kegiatan menanya baik terhadap guru, teman, atau melalui sumber yang lain.
3.    Mengajukan dugaan atau kemungkinan jawaban. Pada tahapan ini peserta didik dapat mengasosiasi atau melakukan penalaran terhadap kemungkinan jawaban dari pertanyaan yang diajukan.
4.    Mengumpulkan data yang terakait dengan dugaan atau pertanyaan yang diajukan, sehingga pada kegiatan tersebut peserta didik dapat memprediksi dugaan atau yang paling tepat sebagai dasar untuk merumuskan suatu kesimpulan.
5.    Merumuskan kesimpulan-kesimpulan berdasarkan data yang telah diolah atau dianalisis, sehingga peserta didik dapat mempresentasikan atau menyajikan hasil temuannya.
3.         Model Discovery Learning
Langkah-langkah
1.    Stimulation (memberi stimulus). Pada kegiatan ini guru memberikan stimulan, dapat berupa bacaan, atau gambar, atau situasi, sesuai dengan materi pembelajaran/topik/tema yang akan dibahas.
2.    Problem Statement (mengidentifikasi masalah). Dari tahapan tersebut, peserta didik diharuskan menemukan permasalahan apa saja yang dihadapi, sehingga pada kegiatan ini peserta didik diberikan pengalaman untuk menanya, mencari informasi, dan merumuskan masalah.
3.    Data Collecting (mengumpulkan data). Pada tahapan ini peserta didik diberikan pengalaman mencari dan mengumpulkan data/informasi yang dapat digunakan untuk menemukan solusi pemecahan masalah yang dihadapi serta melatih ketelitian, akurasi, dan kejujuran, dan mencari atau merumuskan berbagai alternatif pemecahan masalah.
4.    Data Processing (mengolah data). Kegiatan mengolah data akan melatih peserta didik untuk mencoba dan mengeksplorasi kemampuan pengetahuan konseptualnya untuk diaplikasikan pada kehidupan nyata, sehingga kegiatan ini juga akan melatih keterampilan berfikir logis dan aplikatif.
5.    Verification (memferifikasi). Tahapan ini mengarahkan peserta didik untuk mengecek kebenaran atau keabsahan hasil pengolahan data, melalui berbagai kegiatan, antara lain bertanya kepada teman, berdiskkusi, atau mencari sumber yang relevan baik dari buku atau media, serta mengasosiasikannya sehingga menjadi suatu kesimpulan.
6.    Generalization (menyimpulkan). Pada kegiatan ini peserta didik digiring untuk menggeneralisasikan hasil simpulannya pada suatu kejadian atau permasalahan yang serupa, sehingga kegiatan ini juga dapat melatih pengetahuan metakognisi peserta didik.
4.         Problem Based Learning
Langkah-langkah
1.    Mengorientasi peserta didik pada masalah. Tahap ini untuk memfokuskan peserta didik mengamati masalah yang menjadi objek pembelajaran.
2.    Mengorganisasikan kegiatan pembelajaran. Pengorganisasian pembelajaran salah satu kegiatan agar peserta didik menyampaikan berbagai pertanyaan (atau menanya) terhadap malasalah kajian.
3.    Membimbing penyelidikan mandiri dan kelompok. Pada tahap ini peserta didik melakukan percobaan (mencoba) untuk memperoleh data dalam rangka menjawab atau menyelesaikan masalah yang dikaji.
4.    Mengembangkan dan menyajikan hasil karya. Peserta didik mengasosiasi data yang ditemukan dari percobaan dengan berbagai data lain dari berbagai sumber.
5.    Analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah. Setelah peserta didik mendapat jawaban terhadap masalah yang ada, selanjutnya dianalisis dan dievaluasi.

5.         Project Based Learning
Langkah-langkah
1.    Menyiapkan pertanyaan atau penugasan proyek. Tahap ini sebagai langkah awal agar peserta didik mengamati lebih dalam terhadap pertanyaan yang muncul dari fenomena yang ada.
2.    Mendesain perencanaan proyek. Sebagai langkah nyata menjawab pertanyaan yang ada disusunlah suatu perencanaan proyek bisa melalui percobaan.
3.    Menyusun jadwal sebgai langkah nyata dari sebuah proyek. Penjadwalan sangat penting agar proyek yang dikerjakan sesuai dengan waktu yang tersedia dan sesuai dengan target.
4.    Memonitor kegiatan dan perkembangan proyek. Guru melakukan monitoring terhadap pelaksanaan dan perkembangan proyek. Peserta didik mengevaluasi proyek yang sedang dikerjakan.
5.    Menguji hasil. Fakta dan data percobaan atau penelitian dihubungkan dengan berbagai data lain dari berbagai sumber.

6.    Mengevaluasi kegiatan/pengalaman. Tahap ini dilakukan untuk mengevaluasi kegiatan sebagai acuan perbaikan untuk tugas proyek pada mata pelajaran yang sama atau mata pelajaran lain.

Rabu, 17 Juni 2015

METODE PENDIDIKAN

Metode Pendidikan

                Metode berarti “cara”, sehinga yang dimaksud dengan metode pendidikan adalah cara-cara yang digunakan dalam proses pendidikan agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Untuk setiap metode memiliki ciri khasnya sendiri,yang bersifat spesifik, khusus, sehingga pendidik harus cermat dengan berbagai pertimbangan.
                Adapun pertimbangan dalam memilih metode adalah :
1.       Tujuan yang telah ditetapkan
2.       Lingkungan , Suasana, dan fasilitas pendidikan
3.       Sistem dan kurikulum pendidikan
4.       Kebutuhan anak didik
5.       Kemampuan pendidik

Macam-macam metode

1.       Metode pendidikan

Metode ini terkait dengan pendidikan arti umum, maka juga dapat disebut sebagai metode umum pendidikan. Metode ini dikuasai oleh semua pendidik secara tradisional, lewat pengalaman, tidak memerlukan pendidikan atau pelatihan khusus.

2.       Metode pengajaran

Metode ini digunakan dalam pendidikan formal di sekolah-sekolah.

3.       Metode penelitian pendidikan

Metode ini termasuk metode pendidikan khusus yang digunakan untuk menilai pelaksanaan program pendidikan.


Macam-macam metode dapat dilihat dari dua sisi, yaitu metode dari sisi internal materi dan metode dari sisi eksternal materi.
a.    Metode Internal Materi
cara penyampaian bahan materi pelajaran yang efektif agar cepat dipahami oleh peserta didik. Jadi titik tekan metode ini adalah pemahaman materi pendidikan yang meliputi teks ataupun non-teks. Di antara metode-metode tersebut adalah:
1.    Metode Induktif
Metode ini bertujuan untuk membimbing peserta didik untuk mengetahui fakta-fakta dan hukum-hukum umum melalui jalan pengambilan kesimpulan atau induksi. Dalam melaksanakan metode ini pendidik hendaknya memulai dari bagian-bagian yang kecil untuk sampai pada undang-undang umum, pendidik memberi contoh detail yang kecil, kemudian mencoba memandingkan dan menentukan sifat-sifat kesamaan untuk mengambil kesimpulan dan membuat dasar umum yang berlaku terhadap bagian-bagian dan contoh-contoh yang sudah diberikan maupun yang belum diberikan.

2.    Metode Deduktif
Metode ini merupakan kebalikan dari metode induktif, dimana perpindahan menurut metode ini dari yang umum kepada yang khusus, jadi metode ini sangat cocok bila digunakan pada pengajaran sains, dan pelajaran yang mengandung perinsip-perinsip, hukum-hukum, dan fakta-fakta umum yang dibawahnya mengandung masalah-masalah cabang. Metode ini sebagai pelengkap dari metode induktif, maka sebaiknya seorang guru menggabungkan diantara dua metode tersebut.

3.    Metode Dialog (Diskusi)
Metode ini biasanya dikemas dalam tanya jawab, hal ini dimaksudkan agar peserta didik dapat memahami materi secara lebih mendalam.

b.    Metode Eksternal Materi
Pelaksanaan proses pendidikan tentunya tidak cukup hanya pada pemahaman materi saja, namun yang terpenting dan yang menjadi esensi dari pelaksanaan pendidikan tersebut adalah pendemonstrasian dan transformasi pada kehidupan riil.
Dibawah ini adalah metode yang perlu diperhatikan demi terwujudnya esensialitas pendidikan:
1.    Metode Teladan
Keteladanan merupakan bahan utama dalam pendidikan, karena mendidik bukan sebatas penyampaian materi saja, melainkan membangun karakter dalam setiap jiwa peserta didik, oleh karena itu pendidik mempunyai tanggung jawab yang tinggi terhadap peserta didik mengenai tingkah laku dan perbuatannya yang dapat dibuat contoh dan di ikutinya.
2.    Metode Cerita
Metode cerita atau kisah dianggap efektif dan mempunyai daya tarik yang kuat sesuai dengan sifat alamiah manusia yang menyenangi cerita, oleh karena itu Islam mengeksplorasikan cerita menjadi salah-satu tehnik dalam pendidikan
3.    Metode Pembiasaan
Menjadikan pembiasaan sebagai sebuah metode pendidikan memang sangat tepat, dalam pembiasaan peserta didik tidak dituntut secara serta merta menguasai sebuah materi dan melaksanakannya, memang dalam pemahaman sangat gampang namun dalam pengamalan yang agak sulit untuk terealisasikan, maka dari itu dibutuhkan sebuah proses dalam mencapainya, yaitu, melalui pembisaan.

Disamping macam-macam metode diatas, metode pendidikan juga dapat digolongkan menjadi 3 macam dilihat dari sudut pandang kewajiban dan kegunaannya bagi pendidik, yaitu:
1.    Metode yang umum (secara tradisional) dikuasai oleh semua pendidik
2.   Metode yang secara khusus dipelajari oleh pendidik
3.   Metode yang khusus digunakan untuk menilai pelaksanaan program pendidikan.

ØMetode yang Umum
Metode ini sudah dikenal dan dikuasai oleh semua pendidik melalui pengalaman dan sudah digunakan tanpa ada pendidikan atau diklat khusus. Metode ini mencakup latihan dan meniru, yaitu, melatih anak didik menguasai tujuan tertentu dengan disertai peniruan. Dalam metode ini pendidik sudah menguasi materi yang akan disampaikan pada peserta didik dan sudah dipraktekkan sendiri
Metode ini digunakan dalam pendidikan di keluarga, lingkungan tetangga, dan juga disekolah dalam rangka pembentukan kebiasaan, pola tingkah laku, keterampilan, sikap, dan keyakinan.

Ø Metode yang secara Khusus Dipelajari oleh Pendidik
Pendidik harus mempunyai kematangan dalam metode-metode. Dia harus menguasai ilmu pengajaran untuk menguasai metode-metode mengajar seperti ceramah, diskusi, bermain peran dan sebagainya.
Seorang pendidik tidak serta-merta bisa mentransformasikan materi pendidikan dengan baik tanpa menguasai metode-metode khusus, dan dia tidak akan bisa menguasai metode tersebut tanpa adanya spesialisasi sebuah disiplin ilmu, seperti wawancara, studi kasus, dan observasi yang harus dipelajari oleh calon konselor sebagai bimbingan dan konseling.

Ø Metode yang Khusus Digunakan untuk Menilai Pelaksanaan Program Pendidikan

Pada umumnya metode ini disebut dengan metode penelitian pendidikan, jadi metode ini digunakan dalam rangka pengembangan dan kemajauan pendidikan, antara lain dari metode ini adalah survei, eksperimen yang menggunakan alat ukur seperti tes, wawancara, observasi, dan sebagainya. 

Metode Pengajaran

Metode pengajaran juga dapat disebut sebagai strategi pengajaran, yaitu pola tindakan guru yang berulang-ulang, yang diterapkan pada berbagai mata pelajaran, yang menjadi sifat lebih dari satu guru, dan relevan bagi pengajaran. Berikut beberapa strategi atau metode pengajaran, yaitu :

a. Ceramah

b. Diskusi

c. Latihan dan Praktik

d. Belajar Bebas

e. Investigasi Kelompok

f. Pendekatan Laboratori

g. Penemuan

h. Pusat Pemvelajaran

i. Simulasi

j. Modifikasi Tingkah Laku

k. Paket Kegiatan Belajar Berbasis Penampilan

l. Melakuka-Melihat-Belajar

m. Pembelajaran Kontekstual


n. Cara Belajar Cepat (CBC)


KURIKULUM

KURIKULUM

            Kurikulum adalah isi pendidikan yang telah dipilih, disusun, dan dirancang atau direncanakan untuk ditransfer ( ditransmisi dan ditransformasi ) dalam proses pendidikan demi tercapainya tujuan pendidikan. Isi pendidika itu berupa pengetahuan, pemahaman, ilmu, sikap, dan keterampilan. Dengan demikian kurikulum tergantung pada falsafah, pandangan hidup, ideologi, keyakinan, dan sikap masyarakat yang bersangkutan.

1.      Kurikulum Sebagai Isi Pendidikan Terpilih
Ada beberapa kriteria yang digunakan untuk memilih pengetahuan sebagai kurikulum dalam pendidikan, antara lain :
1)      Kesesuaian dengan falsafah, pandanga hidup, ideologi, keyakinan, dan sikap masyarakat.
2)      Kesesuaian dengan waktu yang tersedia.
3)      Manfaat bagi anak didik.
2.      Teori Isi Kurikulum Pendidikan
Kurikulum terkait dengan pendidikan arti khusus, yaitu pembelajaran dan pengajaran di sekolah. Di sekolah telah terpilih beberapa subjek (mata pelajaran) sebagai pengetahuan yang diyakini paling bermanfaat dan bermakna, seperti: matematika, ilmu pengetahuan alam, sejarah, geografi, kesenian, dan agama atau moral.Moore mengemukakan tiga teori kurikulum, yaitu :
1)      Kurikulum Utilitarian
Kata “utilitarian” secara kasar dapat dimaknai dalam dua arti yang berbeda tetapi terkait, yaitu “bermanfaat” dan “kondusif bagi kebahagiaan umat manusia”.
Kurikulum ini dimasukkan sebagai mata pelajaran berdasarkan keyakinan bahwa mata pelajaran tersebut bermanfaat bagi anak didik. Para ahli filsafat Utilitarian berpendapat bahwaaktifitas manusia hendaknya meningkatkan kebahagiaan sebagian besar umat manusia. James Mill, salah seorang pemimpin Utilitarian, menyatakan bahwa tugas pendidikan adalah membuat pikiran manusia sebagai sumber kebahagiaan, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain. Pendidikan merupakan suatu acara mempersiapkan anak didik hidup bahagia di dunia ini.
2)       Kurikulum untuk Rasionalitas
Kurikulum untuk Rasionalitas adalah isi pendidikan yang dipilih dan ditetapkan untuk menghasilkan pemikiran yang rasional.
3)      Kurikulum Warisan
Inti dari pendidikan adalah mengantarkan anak – anak ke dalam tradisi public yang ada melalui pengetahuan.

Perbedaan Kurikulum 2013 dan kurikulum 2006 ( KTSP )

No
Kurikulum 2013
KTSP
1
SKL  (Standar Kompetensi Lulusan) ditentukan terlebih dahulu, melalui Permendikbud No 54 Tahun 2013. Setelah itu baru ditentukan Standar Isi, yang bebentuk Kerangka Dasar Kurikulum, yang dituangkan dalam Permendikbud No 67, 68, 69, dan 70 Tahun 2013
Standar Isi ditentukan terlebih dahulu melaui Permendiknas No 22 Tahun 2006. Setelah itu ditentukan SKL (Standar Kompetensi Lulusan) melalui Permendiknas No 23 Tahun 2006
2
Aspek kompetensi lulusan ada keseimbangan soft skills dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan
lebih menekankan pada aspek pengetahuan
3
di jenjang SD Tematik Terpadu untuk kelas I-VI
di jenjang SD Tematik Terpadu untuk kelas I-III
4
Jumlah jam pelajaran per minggu lebih banyak dan jumlah mata pelajaran lebih sedikit dibanding KTSP
Jumlah jam pelajaran lebih sedikit dan jumlah mata pelajaran lebih banyak dibanding Kurikulum 2013
5
Proses pembelajaran setiap tema di jenjang SD dan semua mata pelajaran di jenjang SMP/SMA/SMK dilakukan dengan pendekatan ilmiah (saintific approach), yaitu standar proses dalam pembelajaran terdiri dari Mengamati, Menanya, Mengolah, Menyajikan, Menyimpulkan, dan Mencipta.
Standar proses dalam pembelajaran terdiri dari Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi
6
TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) bukan sebagai mata pelajaran, melainkan sebagai media pembelajaran
TIK sebagai mata pelajaran
7
Standar penilaian menggunakan penilaian otentik, yaitu mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil.
Penilaiannya lebih dominan pada aspek pengetahuan
8
Pramuka menjadi ekstrakuler wajib
Pramuka bukan ekstrakurikuler wajib
9
Pemintan (Penjurusan) mulai kelas X untuk jenjang SMA/MA
Penjurusan mulai kelas XI
10
BK lebih menekankan mengembangkan potensi siswa
BK lebih pada menyelesaikan masalah siswa


Itulah beberapa perbedaan kurikulum 2013 dan kurikulum 2006. Selain perbedaan, sebenarnya terdapat kesamaan esensi antara Kurikulum 2013 dengan KTSP. Misalnya, pendekatan ilmiah (Scientific Approach) yang pada hakekatnya adalah pembelajaran berpusat pada siswa. Siswa mencari pengetahuan bukan menerima pengetahuan. Pendekatan ini mempunyai esensi yang sama dengan Pendekatan Keterampilan Proses (PKP).  Masalah pendekatan sebenarnya bukan masalah kurikulum, tetapi masalah implementasi yang tidak jalan di kelas. Bisa jadi pendekatan ilmiah yang diperkenalkan di Kurikulum 2013 akan bernasib sama dengan pendekatan-pendekatan kurikulum terdahulu bila guru tidak paham dan tidak bisa menerapkannya dalam pembelajaran di kelas.

Selasa, 16 Juni 2015

Taksonomi Bloom

Taksonomi Bloom


Taksonomi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani yaitu tassein yang berarti mengklasifikasi dan nomos yang berarti aturan. Jadi Taksonomi berarti hierarkhi klasifikasi atas prinsip dasar atau aturan. 
Jadi, Taksonomi Bloom adalah struktur hierarkhi yang mengidentifikasikan skills mulai dari tingkat yang rendah hingga yang tinggi. 
Untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi, level yang rendah harus dipenuhi lebih dahulu. Dalam kerangka konsep ini, tujuan pendidikan ini dibagi menjadi tiga domain/ranah kemampuan intelektual (intellectual behaviors) yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.

1.      Ranah Kognitif , mencakupi enam tingkatan dari rendah ke tinggi.
(1) knowledge (pengetahuan)
(2) comprehension (pemahaman atau persepsi)
(3) application (penerapan)
(4) analysis (penguraian atau penjabaran)
(5) synthesis (pemaduan)
 (6) evaluation (penilaian)

                                 


1)      Pengetahuan
                                    Kemampuan menyebutkan atau menjelaskan kembali.
Contoh: menyatakan kebijakan.

2)      Pemahaman
Kemampuan memahami instruksi/masalah, menginterpretasikan dan          menyatakan kembali dengan kata-kata sendiri.
Contoh : Menuliskan kembali atau merangkum materi pelajaran

3)      Aplikasi
Kemampuan menggunakan konsep dalam praktek atau situasi yang baru.
Contoh: Menggunakan pedoman/ aturan dalam menghitung gaji pegawai.

4)      Analisis
Kemampuan memisahkan konsep kedalam beberapa komponen untuk memperoleh pemahaman yang lebih luas atas dampak komponen – komponen terhadap konsep tersebut secara utuh.
Contoh: Menganalisa penyebab meningkatnya Harga pokok penjualan dalam laporan keuangan dengan memisahkan komponen- komponennya.

5)      Sintesis
Kemampuan merangkai atau menyusun kembali komponenkomponen dalam rangka menciptakan arti/pemahaman/ struktur baru.
Contoh: Menyusun kurikulum dengan mengintegrasikan pendapat dan materi dari beberapa sumber.

6)      Evaluasi
Kemampuan mengevaluasi dan menilai sesuatu berdasarkan norma, acuan atau kriteria.
Contoh: Membandingkan hasil ujian siswa dengan kunci jawaban.


2.      Ranah Afektif, mencakupi kemampuan yang terkait dengan konatif  (bakat, minat, sikap, motivasi, keinginan) dan emotif (emosi, perasaan, apresiasi, penghayatan).
Ranah ini mencakupi 5 tingkatan, yaitu ;
                       
1)      Penerimaan (receiving, attending), yaitu keinginan untuk hadir atau menerima dorongan tertentu.
Contoh: mendengar pendapat orang lain, mengingat nama seseorang

2)      Menanggapi (responding) , yaitu aktif terlibat dan berperanserta dalam pembelajaran dan selalu Menjawab, membantu, mentaati, memenuhi, menyetujui, mendiskusikan, melakukan, termotivasi untuk segera bereaksi dan mengambil tindakan atas suatu kejadian
Contoh: berpartisipasi dalam diskusi kelas.

3)      Menilai (valuing) , yaitu kemampuan menunjukkan nilai yang dianut untuk membedakan mana yang baik dan kurang baik terhadap suatu kejadian/obyek, dan nilai tersebut diekspresikan dalam perilaku.
Contoh: Mengusulkan kegiatan Corporate Social Responsibility sesuai dengan nilai yang berlaku dan komitmen perusahaan.

4)      Organisasi (organization), yaitu Kemampuan membentuk sistem nilai dan budaya organisasi dengan mengharmonisasikan perbedaan nilai.
Contoh: Menyepakati dan mentaati etika profesi, mengakui perlunya keseimbangan antara kebebasan dan tanggung jawab.

5)      Karakterisasi dengan suatu nilai atau kompleks nilai, yaitu kemampuan mengendalikan perilaku berdasarkan nilai yang dianut dan memperbaiki hubungan intrapersonal, interpersonal dan social.
Contoh: Menunjukkan rasa percaya diri ketika bekerja sendiri, kooperatif dalam aktivitas kelompok.


3.      Ranah psikomotorik ( tindakan ), yaitu kemampuan atau keterampilan untuk bertindak atau melaksanakan sesuatu secara fisikal, berupa :
1)      Pelaksanaan pekerjaan
2)      Penggunaan peralatan
3)      Berkomunikasi
4)      Berkarya atau berproduksi



Selasa, 16 September 2014

Lirik Mamacita - Super Junior



annyeong....
 numpang lewat ya, cuma mau bagi-bagi lirik suami-suami gua,hehehe....
cekidot.....



  Mamacita (Super Junior)


[Siwon] Neoneun wae jigeum ibeul makgo inna heulleoganeun sullidaero ttareugiro haenna
Geunyang swit! Hamyeon jamjamhaejil geol modu aesseo bagajireul geulgeodae

[Kyuhyun] Syupeomaenirado gidaehago inni? Imanhamyeon nolgi joheun sesang matji?

Wollae hadeon daero gadeon gilman gamyeon twieoseo mangchireul majeul iri eobtjannni?

[Kangin] Kanginhage jikyeoon uriyo! Yes!

[Donghae] Donghae yeoksi geureoke malhaeyo! Yes!
[Leeteuk] I teukbyeolhameul da gajin uriyo! Ooh!

[Ryeowook] Dodaeche museun iri isseonna?

[All] Hey! Mamacita! Naega ayayayaya
Janinhage kkaejyeobeorin kkumi ayayayaya
Mwonga muneojigo tteonasseo nunmulmajeo da memallasseo
Gamtureul sseun ja mugereul neukkyeo! You can’t do that!

[Donghae] Nuga meonjeo sijakhaetdeon maldeon, ije geuman jom kkeutnaebogo sipeo.
Seoro jageukhaneun mal, mal, mal mokjeok eomneun jeonjaeng gata.

[Ryeowook] Dangjang nunape ideungman bogo, nari seon ippareul garyeodo bogo

Jeongmal jungyohan geol ijeonneunde tto mutgo.. So dumb

[Sungmin] Sorichyeodo deulliji annnayo? Yes!

[Heechul] Jikiji motal yaksok haennayo? Yes!
[Siwon] Siwonseure haegyeoreul bwannayo? Ooh!
[Ryeowook] Dodaeche museun irilkka?

[All] Hey! Mamacita! Naega ayayayaya
Janinhage kkaejyeobeorin kkumi ayayayaya
Mwonga muneojigo tteonasseo nunmulmajeo da memallasseo
Gamtureul sseun ja mugereul neukkyeo! You can’t do that!

[Sungmin] Doraseoseo dareun gillo gillo.

[Leeteuk] Dachin neoreul wihae wiro wiro.
[Shindong] Geu jarie matge allo allo
[Kyuhyun] You ain’’t got no chance. Nochijima hanbeon tteonamyeon jabeul su eobseo.

[Eunhyuk] (It’’s) funny, I don’t think so! Seolgyohajima
Nan gap junge gap, neon mallya eul junge eul.
I pawogeimeseo millyeo beorin jaga neo hanappunigennya?

[Shindong] Just close your lips. Shut your tongue.

[Kyuhyun] Na honja dareun kkumeul kkumyeon jeoldae andwae. Jigeum nega pillyohae.

[Ryeowook] Nega pillyohae. [Kyuhyun] Nega pillyohae.

[All] Jeongdo manko useumdo manko johahaneun saramdeulgwa saragago
Gakkeumssigeun dwireul dora bwasseul ttae neomu jalhaewatguna saenggakdeul ttae
Nado itgo urido itgo gidaehae bolmanhan geureon mirae itgo
Eonjerado urin dasi hanbeon deo himeul naege doelteni!

[All] Hey! Mamacita! Naega ayayayaya
Janinhage kkaejyeobeorin kkumi ayayayaya
Mwonga muneojigo tteonasseo nunmulmajeo da memallasseo
Gamtureul sseun ja mugereul neukkyeo! You can’t do that!

[Kangin] Doraseoseo dareun gillo gillo.

[Leeteuk] Dachin neoreul wihae wiro wiro.
[Eunhyuk] Geu jarie matge allo allo
[All] You ain’’t got no chance. Nochijima hanbeon tteonamyeon jabeul su eobseo.

[All] Hey! Mamacita! Naega ayayayaya